Minggu, 06 Januari 2013

Duduklah di sampingku


Duduklah si sampingku,
lalu dengarkan apa saja yang meluncur dari bibirku. Berbagilah denganku sekiranya kamu tahu kebaikan-kebaikan yang tidak aku pahami. Tunjukilah aku dengan dewasamu jika aku telah salah jalan atau melakukan kealpaan. Aku akan dengan gembira mendengarkanmu mengoceh menunjukan ini dan itu.Lalu ceritakanlah apa yang kamu alami hari ini,aku akan membaca raut wajahmu saat bercerita jadi  kamu tidak bisa berpura-pura bahagia jika sebenarnya hari itu sangat membuatmu lelah. Aku mungkin tidak sebijak  dirimu dalam melihat sesuatu,tapi aku bisa jadi pendengar yang baik dan aku ingin ada di sana,di sampingmu saat kamu butuh orang untuk berbagi. Aku sangat ingin mendengar lelucon-lelucon konyolmu. Meski kadang menyebalkan,tapi berbagi denganmu adalah hal yang menyenangkan.

Duduklah di sampingku,
mungkin kehadiranmu saja sudah cukup menenangkanku. Lewat teduh matamu mungkin mampu meredam emosi yang membakar hati,senyummu barangkali sedikit mampu mengobati penat hari ini.Tawamu bisa saja menjadi periang muramnya hati dan pemerkuat esok hari.

Duduklah di sampingku,
agar kita bisa ikhlas meski jalan kita telah terpisah,agar kita bisa tetap saling mendukung meski tak selalu bertemu. Meski kita tidak lagi berada dalam satu rel. Tapi aku yakin tujuan kita akan selalu sama dan aku sangat berharap akan bisa menemuimu di ujung jalan nanti.

Duduklah si sampingku,
agar aku bisa bertanya mengapa langit begitu muram hari ini...

Duduklah di sampingku,
bahkan jika kamu tidak mau berbuat apa-apa
tidak  ingin tersenyum,tertawa apalagi bercerita
cukuplah duduk saja
agar setidaknya aku merasa ada orang lain disini,
meski dalam hening



-under the sky,just with the wind-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar